blog-indonesia.com

Karnaval 'Rio de Janeiro’ ala Batik Solo

Selasa, 12 Oktober 2010



Kari ini Kota Solo akan diwarnai karnaval Batik dengan kostum meriah dan unik.
Rabu, 23 Juni 2010, 09:20 WIB
Peserta karnaval batik solo (Fajar Sodiq| Solo)

VIVAnews -Tak hanya Kota Jember, Jawa Timur yang punya karnaval, 'Jember Fashion Carnaval'. Hari ini Kota Solo, Jawa Tengah akan menyelenggarakan Solo Batik Carnival (SBC), yang mirip dengan karnaval di Kota Rio de Janeiro, Brazil.

Karnaval batik ini akan diikuti 361 peserta. Para peserta sudah siap pawai dengan kostum batik yang unik dan kreatif dengan diiringi musik perkusi. Tema dari SBC yang ke-3 adalah kostum Sekar Jagad.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Purnomo Subagyo mengatakan, rute pawai akan start di Solo Center Point Purwosari melintasi Jalan Slamet Riyadi dan akan berakhir di kawasan pasar tradisional, Ngarsapura.

“Karnaval akan diberangkatkan pukul 15.00. SBC kali ini akan diikuti 361 peserta dengan tema kostum Sekar Jagad,” Kata Purnomo Subagyo di Solo.

Kostum yang dipakai para peserta SBC ini pernah tampil dalam ajang parade Chingay di Singapura. Selain itu, beberapa kostum dari ‘limbah batik’ juga pernah pentas di Belanda.

Seementara itu, koordinator acara, Heru Mattaya mengatakan bahwa tema Sekar Jagad dipilih menyimbolkan pelestarian lingkungan seperti halnya melukiskan kehidupan flora dan fauna.

”Tema kali ini berbeda dengan tahun lalu yang mengangkat tema topeng. Untuk itu, kostum yang dipakai saat ini bisa dipastikan lebih berwarna-warni,” kata dia.

Selain itu, guna menyemarakkan acara tersebut, lanjut dia, akan didirikan tujuh panggung musik mulai dari perempatan Purwosari sampai dengan Ngarsapura. Hal ini dilakukan untuk memberikan hiburan kepada ribuan warga Solo yang dipastikan akan melihat jalannya karnal tersebut.

Selanjutnya dia menambahkan, karena penyelenggaraan SBC kali ini berbarengan dengan pertemuan Menteri Perumahan se-Asia Pasifik (AMPCHUD) yang pada tahun ini digelar di Solo dari tanggal 22-24 Juni 2010. Para peserta APMCHUD nantinya akan ikut pawai dengan naik kereta kencana.

“Kita sudah menyiapkan 15 kereta kraton untuk membawa para delegasi tersebut. Bahkan, sejak awal pihak panitia telah meminta kepada utusan delegasi itu untuk membawa pakaian tradisional masing-masing negara asal,” pungkas dia.

0 komentar: