blog-indonesia.com

Ditemukan, Tambang Tertua di Amerika

Senin, 13 Desember 2010


Usianya diperkirakan mencapai 12.000 tahun.
SENIN, 6 DESEMBER 2010, 17:34 WIB
Muhammad Chandrataruna
Ilustrasi pertambangan

VIVAnews - Sejumlah arkeolog asal University of Chile baru saja mengetahui usia sebuah tambang besi oksida yang diperkirakan berumur 12.000 tahun yang lalu di Chile utara. Hasil temuan ini sementara menjadi tambang tertua yang pernah ditemukan di daratan Amerika.

Sekadar diketahui, besi oksida yang dikenal juga dengan nama biji besi adalah salah satu senyawa oksida dari besi dan mempunyai rumus kimia Fe2O3 dan mempunyai sifat paramagnetik atau memiliki gaya magnetik sangat kecil.

"Besi oksida yang ditambang oleh Huentelauquen Indians biasanya digunakan sebagai zat pewarna untuk kain-kain yang kusam atau sebagai bahan untuk ritual keagamaan," kata kepala peneliti Diego Salazar, yang dikutip VIVAnews dari El Mercurio, Senin 6 Desember 2010.

"Faktanya, pemanfaatan besi oksida oleh masyarakat primitif menunjukkan bahwa mereka lebih mementingkan unsur agama pada jamannya. Sebab itu, besi oksida tidak diperjualbelikan," tandasnya.

Sejatinya, tambang kuno yang ditemukan di dekat kota Taltal, 1.100 kilometer di sebelah utara Santiago itu, ditemukan pertama kali saat Oktober 2008. Namun, hasilnya baru diketahui setelah dilakukan dua kali pengujian di laboratorium AS dan Polandia.

Dinamakan San Ramon 15, konon tambang tersebut dieksploitasi habis-habisan sekitar era 10.000 tahun SM hingga 2.000 SM. Hasil penelitian juga menemukan bahwa eksploitasi di masa itu menghasilkan 1.814 ton zat pewarna yang diambil dari 700 meter kubik batu.

Tak cuma besi oksida, di tempat yang sama para peneliti juga menemukan harta karun berupa alat pertambangan batu yang diduga sebagai alat pertambangan untuk besi oksida pada era itu.

"Kami menemukan lebih dari 1.000 palu. Tapi, jika melihat jumlah tambang besi oksida yang cukup luas, kemungkinan besar masih ada ribuan palu lagi yang tercecer di sekitarnya," ujar Hernan Salinas, salah satu arkeolog.

Dikutip dari laman Chem-is-try.org, besi oksida merupakan salah satu dari zat pewarna yang paling umum digunakan untuk kosmetik sejak dulu. Orang-orang menggunakan besi oksida dalam mineral alam, tidak hanya untuk kosmetik, tapi juga untuk perayaan keagamaan dan perlindungan kulit. Pembuatan oksida besi sebagai zat pewarna untuk kosmetik dimulai pada tahun 1900.

Besi oksida memiliki aneka ragam warna yang digolongkan ke dalam tiga grup warna utama, yakni oksida besi kuning (kuning), kolkothar (merah), oksida besi hitam (hitam). Secara fisik, besi oksida berwujud serbuk yang sangat halus dengan bau yang khas.

0 komentar: