blog-indonesia.com

Pasien Pengobatan Alternatif Melejit di AS

Sabtu, 05 Februari 2011


Alasan utama warga AS beralih ke CAM adalah karena biaya yang lebih terjangkau.

Peningkatan penggunaan terapi pengobatan alternatif tertinggi ada di warga kulit putih. (doc Corbis)

VIVAnews - Penggunaan terapi pengobatan alternatif atau yang disebut sebagai Complementary and Alternative Medicine (CAM) mengalami pertumbuhan tinggi di Amerika Serikat.

Dari analisis yang dilakukan, terungkap bahwa alasan utama warga beralih ke CAM adalah karena biaya yang lebih terjangkau.

“Bagi warga negara Amerika Serikat yang tidak memiliki asuransi kesehatan atau mereka yang tidak mampu membayar biaya pengobatan, CAM merupakan piliah terakhir dan satu-satunya,” kata Dejun Su, Director of Health Disparities Center, University of Texas-Pan American.

Seperti dikutip dari NewsWise, 4 Februari 2011, Su dan rekan-rekannya menganalisa data National Health Interview Survey (NHIS) tahun 2007. Berdasarkan interview terhadap 23 ribu orang dewasa, NHIS menunjukkan bahwa penggunaan CAM di kalangan warga kulit putih naik lebih pesat dibandingkan di kalangan minoritas.

Tanpa menghitung tujuan kesehatan, 33 persen warga kulit putih mengaku telah menggunakan setidaknya satu metode terapi CAM. Di saat yang sama, sekitar 31,8 persen warga keturunan Asia-Amerika, 20,1 persen Afrika-Amerika, dan 16,9 persen warga keturunan Amerika latin menyatakan pernah menggunakan metode pengobatan alternatif.

Penggunaan CAM meningkat di seluruh populasi di antara tahun 2002 dan 2007, namun pada tingkat pertumbuhan yang berbeda.

Pertumbuhan paling tinggi terjadi di kalangan warga kulit putih dan keturunan Asia-Amerika yakni 18,1 dan 17,2 persen. Di kalangan warga Afrika-Amerika, pertumbuhannya hanya 6,6 persen dan di kalangan warga amerika latin hanya tumbuh 1,01 persen.

“Sejauh ini, kami belum mengetahui sejauh mana perbedaan penggunaan CAM telah mempengaruhi disparitas ras dan etnis dalam kesehatan dan kematian,” kata Su. “Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami efektivitas, efek samping, dan interaksi terapi CAM dengan obat-obatan konvensional,” ucapnya.

• VIVAnews

0 komentar: